Bacaan di Waktu Senggang

  • HOME Aneh&Unik Cinta&Tips Fashion Humor Imlek Kepribadian Kesehatan Kisah Nyata Mitos Motivasi Move On Otomotif Pria Ramalan Relationship Renungan Sex Tips Cantik Valentine Wanita Work&Bisnis

    Jumat, 01 Februari 2013

    Menyimpan Luka Untuk Diri Sendiri



    Selama perang dunia kedua, ada satu kesatuan pasukan bertemu dengan pasukan musuh dan terjadi kontak senjata di dalam sebuah hutan, akhirnya terdapat dua orang prajurit yang kehilangan kontak dengan kesatuannya.
    Dalam peperangan itu mereka bisa saling menjaga dan akrab sekali oleh karena mereka adalah teman seperjuangan yang datang dari desa yang sama.
    Mereka berdua berjalan dengan susah payah di dalam hutan, saling memberi semangat dan saling menghibur. Sepuluh hari lebih telah lewat, mereka masih juga belum bisa menghubungi kesatuannya, sangat beruntung sekali, mereka bisa mendapatkan seekor rusa, dengan menggantungkan daging rusa mereka masih bisa bertahan hidup untuk beberapa hari lagi.
    Mungkin disebabkan oleh situasi perang, binatang-binatang tersebut habis terbunuh semua atau pindah ke tempat lain, karena setelah mendapatkan rusa itu mereka tidak menjumpai binatang apapun lagi. Daging rusa yang tinggal sedikit, dipikul oleh prajurit muda itu diatas punggungnya.
    Hari itu, mereka berdua menjumpai musuh didalam hutan, dan sekali lagi mengadakan kontak senjata dengan mereka, setelah itu dengan cerdik mereka berdua menghindari musuh-musuh itu.
    Tepat ketika mereka berdua merasakan sudah dalam keadaan aman, terdengar sebuah letupan senjata, prajurit muda yang berjalan di depan terkena tembakan itu, beruntung sekali tembakan itu hanya mengenai lengannya. Teman seperjuangan yang berada di belakang dengan gugup dan ketakutan berlari menghampirinya, temannya itu terlalu ketakutan sehingga mengeluarkan kata-kata yg tak keruan, memeluk tubuhnya dan tak henti-hentinya mengalirkan air mata, dia cepat-cepat menyobek bajunya untuk dibalutkan pada luka di lengan temannya itu.
    Malam harinya, prajurit yang tidak terluka itu dengan kedua mata terpaku, mengigau tentang ibunya, mereka mengira riwayat mereka segera akan tamat, daging rusa yang terletak dipinggir mereka tidak ada seorangpun yang ingin menyantap. Hanya Tuhan yang tahu, bagaimana mereka melewatkan malam itu. Keesokan harinya,mereka ditolong oleh kesatuannya.
    Peristiwa ini telah berlalu selama 30 tahun, Anderson prajurit yang terluka itu berkata, “Saya tahu siapa yang telah melepas tembakan itu, dia adalah teman seperjuangan saya. Tahun lalu dia telah meninggal dunia. Ketika dia memeluk saya, saya menyentuh laras senjatanya yang masih panas, tetapi pada malam itu juga saya telah memaafkan dia. Saya tahu dia ingin memiliki daging rusa yang saya bawa itu untuk mempertahankan hidupnya, tetapi saya juga tahu dia ingin mempertahankan hidup demi ibunya. Setelah kejadian tersebut, selama 30 tahun saya berpura-pura sama sekali tidak mengetahui akan hal itu, juga sama sekali tidak pernah menyinggungnya.”
    “Perang itu sungguh sangat kejam, akhirnya ibunya juga tidak keburu menunggu dia pulang dari medan perang, saya bersama-sama dia pergi bersembahyang kepada ibunya. Dia berlutut dan memohon saya untuk memaafkan dirinya, saya mencegah dia untuk melanjutkan perkataannya. Kami melanjutkan pertemanan selama 20 tahun lagi. Saya tidak beralasan untuk tidak memaafkan dia.”
    Sumber : The Epoch Times (http://groups.yahoo.com/group/if-ubaya2000/message/213)
    Diposting oleh Unknown di 04.51 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Kisah Nyata, Renungan

    Perjuangan Seorang Ibu Atas Kesembuhan Anaknya

    Sungguh mengharukan, perjuangan seorang ibu ini yang terus berusaha atas kesembuhan anaknya dari penyakit kanker, Sampai detik detik terakhir kehidupan anaknya, ia terus menemani anaknya dan yakin akan kesembuhannya. Meskipun langkah terakhir yang dia ambil harus melepaskan kepergian anaknya.


    Cyndie bermain2 dengan anaknya Derek Madsen, 10, menyusuri lorong di UC Davis Medical Center di Sacramento 21 Juni 2005. Sang Ibu berhasil mengalihkan perhatian anaknya dari ketakutan akan pengambilan tulang sumsumnya. Para dokter menganalisa apakah sang Anak cocok untuk transpalasi sel batang darah yang merupakan harapan terbaik untuk kesembuhannya akan Kanker Neuroblastoma, sebuah kanker yang jarang dijumpai pada anak2, penyakit tsb ditemukan pada Derek Madsen pd bulan November 2004.


    Sang Ibu (Cyndie) memeluk anaknya, Derek Madsen (umur 10) tertanggal 25 Juli 2005. Setelah menyadari Derek perlu dioperasi utk mengangkat tumor kanker di daerah perut nya. Rasa khawatir, kalut dan sedih bercampur aduk pada sang Ibu. “Bagaimana aku tetap bisa bekerja mencari uang dan melakukan ini?” Sang Ibu mulai cemas .


    Derek Madsen, 10, mendapatkan pijatan lembut dari sang Ibu, Cyndie French, di salon miliknya di Sacramento. “Saya akan melakukan apapun utk membuatnya bahagia, melihatnya tersenyum.” Ujar Sang Ibu. Sebagai orang tua tunggal untuk lima anaknya, Cyndie harus menjual salonnya akibat kehabisan uang untuk perawatan medis anaknya .


    Derek bermain2 dan tidak mau turun atas penolakannya utk dioperasi. Sang Ibu membujuknya turun dan berjanji agar pembedahan ditunda untuk waktu yang akan datang. Cyndia, membutuhkan waktu berjam-jam untuk membujuk sang Anak di dekat pintu hospital, UC Davis Medical Center Sacramen.


    Setelah ultah ke 11 Derek Madsen dan Ibunya yang ke 40, ditemani kakaknya Micah Moffe, 17, di samping kiri, dan Ibunya Cyndie, di samping kanan, untuk menjalani persiapan terapi radiasi 30 November 2005.

    6 Februari 2006, Dokter Derek merekomendasikan Cyndie utk mencari seorang perawat untuk membantu di rumah. Ia tidak memberitahu Derek tentang percakapan itu, tapi menangis secara diam2 di balik pintu. “Saya pikir tdk perlu memberitahunya,” ujar sang Ibu. “Mengapa? Buat Apa?” Merasakan kesedihan sang Ibu, Derek mencoba menghibur Ibunya walau tidak begitu mengerti apa yang sedang terjadi.


    Menyadari kemungkinan tdk ada kesempatan lagi untuk mengemudi mobil dewasa kelak. Sang Ibu melanggar aturan membiarkan anaknya menyetir sepanjang jalan di Sacramento Barat. 9 Feb 2006, Cyndie bertemu dengan perawat rumahnya, dan memberitahunya bahwa waktu Derek tinggal lama lagi.


    Derek menangis dan sang Ibu mencoba meyakinkannya (UC Davis Cancer Center, 14 Feb 2006). Sang Ibu dan Dr. William Hall mendesak Derek utk mendapatkan serangkaian terapi radiasi untuk menghambat penyebaran tumor ke seluruh tubuhnya dan akhirnya dapat mengurangi rasa sakitnya. “Derek, kamu tidak akan sembuh jika tidak mau melakukan ini,” ujarnya. Derek membantah: “Saya tidak Perduli! Bawa aku pulang. Aku sudah tidak ada harapan. Apakah kamu mendengarkan saya ? Aku sudah tdk ada harapan.” 


    Cyndie bermain2 dengan anaknya, selama menunggu panggilan dari Dokter.


    Cyndie mengusap pipi sahabatnya yang sedang menangis, Kelly Whysong, kiri, 24 April 2006, takut bahwa waktu Derek tidak lama lagi. Cyndie menulis sebuah surat utk anaknya tentang betapa berani dirinya selama masa perjuangannya melawan kanker. Ia membacakan utk anaknya secara berulang-ulang, dan berharap sang Anak dapat mendengarnya. 


    Setelah meletakkan kain bergambar bunga utk menyejukkan kepala sang Anak, sang Ibu menangis tersedu2 dan jatuh ke lantai. Sahabatnya, Kelly Whysong dan Nick Rocha mencoba menghiburnya. Derek sudah terlalu lemah menyadari keberadaan sang Ibu sebagaimana sang Ibu terus menerus berjaga di sampingnya.


    Energi disaat terakhir untuk bangun setelah berhari-hari ia berada di atas ranjangnya. Sang Ibu menolong anaknya untuk berjalan (26 April). Sebuah Kanker Tumor telah membuat perut Derek menjadi kembung dan celananya menjadi tidak muat lagi. Sedangkan Tumor yang lain menyerang di otaknya dan membuat penglihatan Derek menjadi kabur sehingga ia sulit untuk kemana-mana di dalam rumah kontrakannya. 

    Derek menolak pengobatan apapun karena ia takut malah akan membuat lebih sakit dan merusak organnya. Ia mengamuk dengan hebat dan menyalahkan sang Ibu (28 April) tdk membuatnya lebih sehat. “Kamu harus tenang, nak dan biarkan aku menolongmu”, Cyndie terbata-bata. 


    Derek mencium ibunya di lapangan, sebagaimana adiknya berdiri di samping. Cyndie memberitahu kepada orang di sana bahwa ia bangga akan keberanian anaknya dalam melawan kanker


    Cyndie merangkul Derek 8 Mei. Terapi yang membuat ia sulit berbicara dan membuatnya terjaga sepanjang malam. Kecuali utk beberapa menit sewaktu perawat berada di sana, Cyndie hampir menghabiskan setiap momen dengan berada di samping anaknya. “Saya telah lelah melebihi keyakinanku tapi Aku harus melakukan ini. Ia akan
    memanggil namaku dan selalu berharap aku berada di sisinya,” Ujar Cyndie 


    Dalam usahanya membawa keluar Derek utk merasakan kehangatan mentari dan udara luar. sang Ibu melewati pintu2 yang sudah dipasangi karya seni dan kartu2 ucapan dari teman sekelas anaknya. Derek Madsen keluar rumah untuk yang terakhir kalinya. 


    Cyndie berkecamuk dalam batinnya, 10 Mei, utk memutuskan agar anaknya dapat meninggal tanpa perlu terlalu sakit berlama-lama. Ia membiarkan sang Suster melakukan tugasnya. 


    Tidak lama kemudian, Secara perlahan-lahan Derek Madsen meninggal di pangkuan sang Ibu, Cyndie. 10 Mei 2006 


    Cyndie memimpin pemakaman anaknya Derek Madsen, didampingi Derek, Anthony, Micah, Vincent Morris dan beberapa teman lainnya. Derek dimakamkan di Mount Vernon Memorial Park, California, 19 Mei 2006. “Saya akan selamanya mengingat kamu di dalam hatiku dan mengingatkan orang lain untuk memberikan waktu, tenaga dan dukungan pada keluarga mereka atau kepada yang membutuhkan sebagaimana adanya kita,” ujar sang Ibu.

    Sumber: www.gangunik.blogspot.com
    Diposting oleh Unknown di 04.41 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Kisah Nyata

    Kebohongan - Kebohongan Pria




    Menyembunyikan fakta yang sebenarnya mungkin dapat memperbaiki situasi, tapi itu pasti akan mengganggu hubungan dalam jangka panjang. Kebenaran adalah pilar dalam berhubungan.

    Pada beberapa titik laki-laki dan perempuan lebih memilih berbohong. Perbedaannya adalah "alasan" di balik kebohongan. Perempuan biasanya berbohong demi membuat orang lain merasa sedikit lebih baik. Sementara pada laki-laki sebaliknya, kebohongan untuk menghindari situasi yang dihadapi atau masuk ke dalam keadaan yang menantang.

    Beberapa orang mungkin mengatakan, apa yang salah dalam berbohong jika memperbaiki situasi Tetapi pertanyaan sebenarnya adalah, mengapa berbohong untuk perbaikan
    Berikut beberapa kebohongan alias white lie yang paling sering diucapkan pria dalam kehidupan sehari-hari:

    1. Kamu tidak terlihat gemuk: Ini sebuah contoh kebohongan klasik, berusaha memberikan penghargaan dan membuatnya bahagia.

    2. Saat menelepon Anda: Ini contoh lain kebongan putih saat menelepon. Pria mungkin menghubungkan dengan beberapa kesalahan teknis saat tak ingin ditelepon: Alasannya bermacam-macam mungkin jaringan yang sibuk, di luar jangkauan, atau semacam itu.

    3. Terjebak dalam kemacetan: Hampir semua dari kita pasti menggunakan kebohongan ini di beberapa kondisi tertentu. Kebohongan ini memiliki keuntungan, dari sebuah keraguan untuk dipercaya.

    4. Cinta masakan Anda: Makanan yang dimasak dapat membuat sengsara untuk dimakan. Beberapa pria berpura-pura seolah-olah itu benar-benar enak! Kebenaran pernyataan tersebut dapat dinilai oleh ekspresi saat menyantap makanan.

    5. Percayalah Aku, Aku tidak pernah berbohong: Pria begitu sering menggunakan kalimat sakti ini. Namun kalimat ini membuat para wanita benar-benar terpesona dan terpikat sehingga dia buta dengan kedustaan.

    6. Senang dengan pekerjaan ibu Anda: Diucapkan ketika pria itu berusaha keras 
    untuk mengesankan seorang gadis dan ia akan melakukan apa saja untuk membuatnya merasa baik.

    7. Wanita lain No Way ! Pria begitu semangat berpura-pura saat bersama gadis mereka. Mereka mengatakan tidak peduli dengan perempuan lain. Tentunya hal itu adalah dusta. Pernyataan "tidak berpikir tentang wanita lain" sulit dipercaya.

    Berbohong memang bikin kecanduan. Setiap kecanduan itu perlu disingkirkan dan berbohong tidak ada pengecualian. 
    Sumber: www.gangunik.blogspot.com
    Diposting oleh Unknown di 04.38 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Pria

    Status Facebook Tergila di Dunia

    1. Kedengeran tetangganya lagi ML
    Screen Shot


    Translate

    Erick Status: Aku bisa denger tetanggaku ML...

    ---
    Arnld: Hahahah
    Geo : NGAKAK! Kerasin musikmu aja
    Lint : Hahahah lucu bgt
    Kim M : Kami tadi dah coba biar ga kedengeran sih (3 people likes this)
    Joey : MAMA??? APA-APAAN SIH!!
    2. Status Terlalu High Expectation
    Screen Shot


    Translate

    Sok punya pacar baru ternyata yang cewe ga ngakuin hihihi
    3. Mau dikasih "DOME" sama Mama neh
    Screen Shot


         Translate

    Thomas (Anak) Dapet Dome kemaren malam! Dia so sexy!

    --- Comment---
    Jane (Ibu) : Apa itu "Dome"?
    Thomas :  , Bu ga usah khawatir, itu semacam Makanan special..
    Jene (Ibu) : Hahahah aku kira itu semacam sexuality, ok sampai jumpa pas Thanksgiving, kamu sama bapak akan banyak dapat DOME ntar!

    [DOME= Oral Sex]
    4. Niatnya sih baek kasih ucapan, tapi.... (From agan m.u.s.t.o.v)
    Screen Shot


          Translate

    Ashley status : 23 tahun yg lalu adalah hari ini... :-(

    --- Comment ---
    Lindsay : Selamat Ulang Tahun!
    Amanda : Maaf say, semoga u baik2 aja
    Luke : Ooo begitu dekat namun begitu jauh, Lindsay...
    Melinda : Semoga u baek2 saja
    Asley : Trims Lindsay, tapi ini bukan Ultahku, ini hari dimana Ibuku meninggal karena kecelakaan 
    OMG
    5. Ibu dambaan Setiap Anak Laki2
    Screen Shot


         Translate

    Mark : Malam yang HEBAT. Setelah sekian lama akhirnya ML juga.


    ---- Karen likes this (Ibunya Bro!!!)---


    Mark : MAM!!! APA-APAN SIH.

    Karen (Mama) : Oops, duh gimana ngapus likenya ya?
    Melissa : HAHAHAHAHAH

    Padahal kalau Ibu ane baca gituan bisa semaput gan!
    6. Tua-Tua Keladi, Makin Tua Makin Menjadi
    Screen Shot

     Translate

    Thx Utk agan Magikarp, YG baek bgt mo bantuin translate.

    sedikit saya modif biar kedengaran enak untuk dibaca


    Quote:
    Bantuan dari Magikarp View Post
    no. 6 ane bantu translate ya gan 

    Bapak : PENTING!! PERINGATAN VIRUS FACEBOOK!! Jika ada email menanyakan tentang warna bra anda, itu adalah virus!! untuk memperbaikinya, harap lepas bra anda, lalu pergi ke Settings>Enable Webcam>Record Movie. Laporkan status anda!

    ---Comment---

    (Temen2nya pada rame komen)


    Erika (anaknya gan  ) : HAA...PERMISIII!!!, Sangat tidak pantas untuk seorang Ayah..., Papa harus ingat2 lagi siapa saja teman Papa di FB. Masa Papa mau Erika melakukan status itu!!!


    Bapak : sssttt... Erika, bapak sedang kerja nih  !!


    Mark : HAHAHAH..! So sweet..!!!
    7. Ngotot Banget Sih Bu!!!

                      Screen shot
          Translate

    Kathy Mom :

    Dear Gregory,
    Temen Mama Susan baru buat FB dan Mama dibikinin juga, dia pake FB utk bicara sama anaknya yang kuliah dan mama pikir mama juga perlu karena kamu susah sekali membalas voicemail Mam.
    Mom
    ---
    Greg :
    Halo Ibu Kathy, saya kira anda salah orang, beneran deh.
    ---
    Kathy Mom :
    Dear Gregory,
    Jelas sekali kau mewarisi bakat humor gila Ayahmu, ini cara yang bagus biar kita tetep kontak lho, tapi aku kok ga bisa lihat halaman FBmu full ya, apa ada yang salah? Ya udah keep kontak aja, nanti Mam telp.
    Mom
    ---
    Greg :
    Heeii... duh aku ga tau ada apaan ini, yang jelas kamu bukan Mamaku
    ---
    Dear Gregory,
    Hanya karena Mama dan Papa bercerai bukan berarti aku bukan mamamu lagi. Kamu masih tetap bayi kecilku dan aku akan tetap jadi Ibu mu


    sumber: kaskus
    Diposting oleh Unknown di 04.37 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Aneh dan Unik, Humor

    Regu Penyelamat



    Beberapa tahun lalu, di sebuah desa nelayan kecil di Belanda, seorang pemuda mengajarkan kepada dunia, tentang hadiah yang diperoleh dari sikap tidak mementingkan diri sendiri.
    Karena seluruh desa bergerak dalam industri perikanan, sukarelawan untuk regu penyelamat dibutuhkan dalam keadaan darurat.
    Suatu malam angin mengamuk, awan-awan bergerak cepat dan badai besar mengancam sebuah perahu penangkap ikan tenggelam di laut. Dalam kepanikan dan ketakutan, awak kapal mengirimkan sinyal bahaya, S.O.S.
    Kapten kapal regu penyelamat membunyikan alarm dan penduduk desa berkumpul memandang ke pelabuhan. Ketika regu penyelamat meluncurkan perahu mereka dan berjuang menembus gelombang liar, penduduk desa menanti dengan gelisah ditepi pantai, dengan lentera di tangan untuk menerangi jalan kembali. Satu jam berikut, kapal penyelamat muncul kembali dan penduduk desa bersorak menyambut mereka.
    Jatuh kelelahan di atas pasir, para sukarelawan itu melaporkan bahwa kapal penyelamat tidak sanggup menampung penumpang tambahan dan mereka meninggalkan seseorang di belakang. Meskipun hanya satu orang penumpang tapi jika dipaksakan pasti akan akan menenggelamkan kapal penyelamat dan semuanya akan meninggal. Sang kapten meminta satu regu sukarelawan lagi untuk pergi menyelamatkan orang yang tertinggal itu.
    Hans, pemuda berumur 16 tahun maju kedepan.
    Ibunya memegang lengannya, memohon, “Jangan pergi. Ayahmu meninggal dalam kecelakaan kapal 10 tahun lalu dan kakakmu, Paul, telah hilang di lautan selama 3 minggu. Hans, kamu satu-satunya yang masih saya miliki.”
    Hans menjawab, “Ibu, saya harus pergi. Apa yang terjadi kalau semua orang berkata, ‘Saya tidak dapat pergi, biarkan orang lain yang melakukannya?’ Ibu, kali ini, saya harus melakukan tugas saya. Ketika ada panggilan untuk melayani, kita semua perlu mengambil giliran dan melakukan bagian kita.”
    Hans mencium ibunya, bergabung dengan regu penyelamat dan menghilang dalam kegelapan malam.
    Beberapa jam berlalu, bagi ibu Hans itu terasa selamanya. Akhirnya, kapal penyelamat kembali dengan Hans berdiri di ujung kapal.
    Dengan mengatupkan kedua belah telapak tangan, kapten berteriak, “Apakah kamu menemukan orang yang tertinggal itu?”
    Hampir-hampir tidak dapat menguasai diri, Hans berteriak balik dengan kegirangan, “Ya, kami menemukannya. Beritahu ibu saya itu adalah kakak saya, Paul !”
    Judul Asli : Rescue At Sea
    Sumber : http://dir.groups.yahoo.com/group/Maranatha_Groups/message/747
    Diposting oleh Unknown di 04.03 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Kisah Nyata

    Ibu Belut Yang Pengasih



    Pada jaman Cina kuno, hiduplah seorang terpelajar yang bernama Zhou Yu. Suatu hari, temannya membawakan dia belut segar, makanan yang sangat disukai oleh Zhou Yu. Karena tidak terlalu sibuk pada hari itu, Zhou Yu ingin mencoba mempraktekkan keahlian memasaknya, yang telah lama tidak dia gunakan, dan bersiap untuk membuat sebaskom belut rebus.
    Dia menaruh belut itu di dalam panci dan ketika rebusan itu mulai mendidih, Zhou Yu mengangkat tutup panci dan menyaksikan hal yang tidak biasanya. Seekor belut mendorong perutnya ke atas membentuk busur, kepala dan ekornya tetap tinggal di dalam sup. Dengan rasa ingin tahu yang besar, Zhou Yu segera menyendok belut itu keluar dan memotong perut belut itu. Dia sangat terpesona melihat begitu banyak telur di dalam perut belut itu. Untuk melindungi telurnya, ibu belut itu bertahan sekuat tenaga melindungi perutnya agar air panas tidak melukai perutnya dengan mendorong perutnya ke atas membentuk busur.
    Peristiwa ini membuat Zhou Yu ternganga, dan tidak dapat menahan air matanya. Bahkan seekor belut tahu bagaimana melindungi telurnya, dia berpikir, sedangkan dia sebagai mahluk ciptaan yang tertinggi tidaklah sebegitu berbakti pada ibunya. Tergerak hatinya, Zhou Yu berikrar untuk tidak akan pernah makan belut lagi. Dan dia menjadi lebih mencintai dan menghormati ibunya.
    Dari cerita rakyat China
    Sumber : http://forum.upi.edu/index.php?topic=10701.0
    Diposting oleh Unknown di 03.59 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Kisah Nyata

    Kasih Ibu Dalam Gempa


    Ini adalah kisah nyata Pengorbanan Ibu selama Gempa Jepang.
    Setelah Gempa itu mereda, ketika tim penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayatnya melalui celah-celah. Tapi entah bagaimana posenya aneh bahwa dia menekuk lututnya seperti orang yang menyembah, tubuhnya condong ke depan dan ke dua tangannya seperti memeluk suatu benda.
    Rumah itu telah runtuh seluruhnya……
    Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita. Dia berharap bahwa wanita ini masih hidup.
    Namun, tubuh dingin dan kaku mengatakan bahwa orang itu telah meninggal.
    Seluruh tim meninggalkan rumah itu dan mencari bangunan yang runtuh berikutnya.
    Untuk beberapa alasan, pemimpin tim didorong oleh suatu kekuatan yang menarik untuk kembali ke rumah wanita yang sudah meninggal tersebut.
    Sekali lagi, dia berlutut diantara celah-celah sempit untuk mencari ruang kecil di bawah mayat. Tiba-tiba, ia berteriak gembira, “Aaa…Ada seorang anak..!!! ”
    Seluruh tim bekerja bersama-sama dengan hati-hati, mereka membersihkan tumpukan benda-benda rusak di sekitar wanita mati.
    Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga di bawah mayat ibunya.
    Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan besar untuk menyelamatkan anaknya, ketika rumahnya runtuh, ia menggunakan tubuhnya sebagai penutup tubuh anaknya untuk melindungi anaknya dari reruntuhan.
    Anak kecil itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya.
    Dokter medis datang dengan cepat memeriksa anak kecil itu, lalu ia membuka selimut, terlihat sebuah ponsel di dalam selimut.
    Ada pesan teks pada layar, tertulis, “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mengasihi engkau.” lalu ponsel diperlihatkan pada anggota team dari satu tangan ke tangan lain.
    Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut menangis…
    “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu.”
    Pesan tersebut adalah pesan kasih ibu untuk anaknya…!!!
    Diposting oleh Unknown di 03.04 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Kisah Nyata
  • Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
    Langganan: Postingan (Atom)
    Bacaan di Waktu Senggang
    link

    Kotak Ajaib

    Arsip Blog

    • ▼  2013 (317)
      • ▼  Juni (4)
        • Bikin Wanita Bahagia Dengan Variasi Cunnilingus
        • Masih Adakah Cinta Dalam Hubungan Anda?
        • Yuk Ukur Ketebalan Si Mr. P
        • Variasi Posisi Seks 69
      • ►  Mei (14)
      • ►  April (21)
      • ►  Maret (30)
      • ►  Februari (157)
      • ►  Januari (91)

    Ayo Bergabung

    Total Tayangan Halaman

    Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.