Dosen Fakultas Psikolog Universitas Indonesia, Drs. Augustine sukarla basri, M.si., berpendapat bahwa cincin kawin hanyalah simbol terjadinya ikatan antara dua anak manusia.Hal itu tidak dapat mempresentasikan nilai kesetiaan yang ada di baliknya. Karena kesetiaan itu adanya di dalam hati, bukan di cincin.
Selalu memakai cincin kawin, tidak dapat memaknai Anda dan pasangan sebagai orang yang sangat setia. Begitu pula jika Anda atau pasangan tidak memakainya, bukan pertanda pudarnya cinta di antara Anda berdua. Jika ada niat yang melenceng dari dalam diri, meskipun Anda atau pasangan memakai cincin kawin, kesetiaan itu tidak akan bersemi. Semua itu tergantung dari pribadi masing-masing individu.
Kesetiaan adalah keteguhan hati, ketaatan, dan kepatuhan antara pasangannya masing-masing. Sulit memang mengukur kesetiaan seseorang dengan orang lain, karena kesetiaan adalah sesuatu yang kasat mata. Akan tetapi, “Anda bisa melihat pasangan Anda setia atau tidak dari perilaku atau sikapnya sehari-hari. Perhatikan bagaimana bahasa tubuhnya saat Ia berbicara di hadapan Anda,” ujar Dra. Augustine. Ia juga menambahkan, “Jika di dalam diri Anda penuh dengan rasa curiga terhadap pasangan, hal itu tidak akan menyelesaikan masalah. Karena itulah kepercayaan sangat diperlukan.”
Mustahil sebuah hubungan dapat berjalan dengan lancar dan harmonis tanpa didasari rasa percaya di antara Anda dan pasangan. Kepercayaan adalah tonggak penopang hubungan. Jadi, jika tidak ada kekuatan di dalamnya, tentu lama kelamaan hubungan tersebut bisa terjatuh dan hancur.
Jika kepercayaan hadir di antara Anda dan pasangan, secara otomatis saling mendukung dan rasa menghargai akan mengalir. Nah, ketika pasangan Anda tidak mengenakan cincin pernikahan, Anda tidak akan merasa risih atau berpikiran negatif padanya. Dan untuk Anda yang tidak kadang enggan memakai cincin kawin tersebut, tentu tidak akan segan memakainya jika si Dia memintanya, sebagai tanda kehidupan pernikahan Anda yang romantis.
Berikut beberapa tips memupuk kesetiaan di antara Anda dan pasangan:
Menjaga komitmen pernikahan. Dengan menjaga kesepakatan yang dibuat bersama, rasa percaya terhadap pasangan tentu akan menjadi lebih kuat.
Jadikan perbedaan sebagai ajang diskusi. Perbedaan tidak harus selalu menjadi permasalahan dan memunculkan perdebatan di dalam sebuah hubungan. Namun jadikan hal itu sebagai upaya untuk mencapai kedekatan yang lebih hangat dengan pasangan. Jadi, ungkapkan apa yang Anda rasakan dan katakan dengan jelas tanpa harus menunjukkan kesombongan.
Lakukan kontrol diri dan perbaikan kelemahan diri sendiri. Karena Anda tidak bisa mengandalkan pasangan membenahi segala sesuatu yang salah dalam hidup Anda, bukan?
Cobalah untuk menghormati pasangan Anda. Karena hal itulah yang akan membuat kehidupan keluarga Anda tetap harmonis. Terimalah Dia apa adanya tanpa mempedulikan bagaimana latar belakang dan sikapnya terhadap cincin perkawinan Anda.
So, Anda pakai atau tidak pakai cincin nih?
Sumber: http://www.areadewasa.com/article/love-relationship/cincin-kawin-jadi-permasalahan
